Pendidikan Pesantren

Memahami Apa yang Dimaksud dengan Pesantren Muadalah

Pesantren Muadalah (Pendidikan Muadalah) adalah pesantren yang menyelenggarakan pendidikan formal dengan mengembangkan kurikulum sesuai dengan kekhasan pesantren dengan berbasis kitab kuning atau dirasah Islamiah dengan pola pendidikan muallimin secara berjenjang dan terstruktur.

Secara terminologi pengertian Muadalah adalah “suatu proses penyetaraan antara institusi pendidikan, baik pendidikan di pondok pesantren maupun di luar pesantren, dengan menggunakan keriteria baku dan mutu atau kualitas yang telah ditetapkan secara adil dan terbuka.” (Depag RI, 2009).

Meskipun kurikulum yang digunakan tidak mengikuti standar kurikulum Depag RI dan Departemen Pendidikan Nasional, akan tetapi pesantren tersebut setara dengan Madrasah Aliyah, melalui SK Dirjen Pendidikan Islam Depag RI, dan setara dengan SMA sesuai dengan SK Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional.

Dengan kata lain, status Pesantren Muadalah setara dengan pendidikan formal lainnya.  Meskipun pondok pesantren ini tidak mengikuti kurikulum Kemdikbud (SD, SMP, SMA) atau kurikulum Kemenag (MI, MTs, MA) akan tetapi lulusan pondok pesantren tersebut dapat diterima (diakui) di perguruan tinggi di dalam dan luar negeri.

Contoh paling populer untuk jenis pesantren Muadalah antara lain pesantren Gontor. Dari dua puluh ribu lebih pesantren di seluruh Nusantara, hanya tiga puluh dua yang berstatus muadalah. Seperti KMI (Kulliyatul Muallimin Al-Islamiyah) yaitu Pondok Pesantren Darussalam Gontor dan TMI (Tarbiyatul Muallimien Al-Islamiyah) yaitu pondok pesantren Al-Amien Prenduan.

Pendidikan Muadalah yang diselenggarakan pada jalur pendidikan formal jenjang pendidikan dasar berbentuk satuan Pendidikan Muadalah ula dan/atau satuan Pendidikan Muadalah wustha.

Sedangkan Pendidikan Muadalah yang diselenggarakan pada jalur pendidikan formal jenjang pendidikan menengah berbentuk satuan Pendidikan Muadalah ulya.

Jenjang Pendidikan Muadalah dapat juga diselenggarakan dalam waktu 6 (enam) tahun atau lebih dengan menggabungkan penyelenggaraan satuan Pendidikan Muadalah wustha dan satuan Pendidikan Muadalah ulya secara berkesinambungan.

Dengan muadalah (disetarakan), di dalam negeri (Indonesia) santri lulusan pondok pesantren dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi (kuliah di perguruan tinggi negeri/swasta) atau jika berhenti di tengah jalan (keluar) tetap dapat melanjutkan ke SMP/MTs atau SMA/MA.

Pendidikan Muadalah tersebut setara dengan pendidikan formal lainnya berdasarkan Undang-Undang nomor 18 tahun 2019 tentang Pesantren.

Tidak hanya lulusan pesantren yang diakui oleh pemerintah, pendidik atau guru-guru dari pesantren muadalah pun mendapatkan hak yang sama seperti guru-guru dari sekolah formal lainnya.

FKPM (Forum Komunikasi Pesantren Muadalah) adalah wadah silaturahim pesantren-pesantren yang menyelenggarakan Satuan Pendidikan Muadalah (SPM).

[caldera_form_modal id=”CF611f91d3a90ab” type=”button”]Infaq Sekarang[/caldera_form_modal]

Dibaca 718 x, Total 3 x

Leave a Reply

Your email address will not be published.